Materi Lengkap Operasi Hitung Bilangan Bulat Kelas 6 SD kurikulum terbaru

Materi Lengkap Operasi Bilangan Bulat Kelas 6 SD | Materi pelajaran matematika untuk kelas 6 ada banyak jenisnya, salah satunya adalah operasi bilangan bulat.


Agar belajar jadi lebih mudah, Anda bisa gunakan materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD ini.


Pelajaran matematika yang dianggap susah kini bisa dipelajari lebih mudah dengan keterangan ringkas berikut ini.


Anda bisa memanfaatkannya untuk membantu belajar adik atau saudara yang masih kelas 6 SD.


Pengertian Bilangan Bulat




Bilangan bulat adalah bilangan yag tak berbentuk pecahan atau decimal. Bilangan bulat punya dua bentuk, bilangan bulat positif dan negative.


Contoh dari bilangan bulat adalah 1, -1, 2, -2 dan seterusnya.


Baca Juga : Materi Lengkap Matematika Kelas 7 SMP kurikulum 2013 | Rangkuman Singkat


Materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD tak akan lengkap tanpa membahas siapa yang menemukan bilangan ini.


Menurut sejarah, ilmuwan yang menemukan bilangan bulat adalah Leondardo da Pisa atau Fibonacci.


Fibonacci merupakan ahli matematika yang jenius, ia sudah berhasil menulis buku perhitungan ketika usianya baru 27 tahun.


Sampai sekarang buku panduan tersebut masih digunakan untuk bahan mengajar ilmu hitung.


Jenis dari Bilangan Bulat


Secara umum, bilangan bulat dibagi menjadi 3 bagian, yakni bilangan bulat positif, negative dan terakhir bilangan bulat nol.


Untuk memudahkan Anda mempelajarinya, berikut adalah rincian yang akan membantu.


Bilangan Bulat Positif


Membahas materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD tak lengkap tanpa mempelajari bilangan bulat positif.


Bilangan bulat ini merupakan angka yang dimulai dari angka 1 dan seterusnya. Makin diteruskan, nilainya akan makin besar.


Bilangan Bulat Negatif


Berbeda dengan bilangan bulat positif, bilangan bulat negative adalah bilangan yang dimulai dari angka -1 dan seterusnya. Jika bilangan ini diteruskan, maka nilainya akan semakin kecil.


Bilangan Bulat Nol


Untuk bilangan bulat nol, bilangan bulat ini terdiri dari angka 0 saja.


Bilangan ini tidak memiliki tambahan angka ataupun di posisi bilangan positif maupun negative.


Bilangan bulat nol berada di antara bilangan positif dan negative.


Operasi Hitung dalam Bilangan Bulat


Berikutnya ada materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD mengenai operasi hitung bilangan bulat.


Operasi perhitungan bilangan bulat memiliki empat jenis, berikut adalah penjelasannya.


Operasi Hitung Penjumlahan


Pertama adalah operasi hitung untuk penjumlahan, memiliki beberapa sifat khusus yang harus Anda ketahui, yakni:

  • Memiliki sifat asosiatif, yakni (a + b) + c = a + (b + c).
  • Memiliki sifat komutatif, contohnya adalah a + b = b + a.
  • Memiliki unsur identitas, yakni a + 0 = 0 + a.

Melakukan perhitungan bulat penjumlahan tak sulit, berikut adalah beberapa contoh yang bisa Anda gunakan untuk makin memahaminya.

  • 8 + 0 = 0 + 8 = 8
  • (2 + 5) + 4 = 2 + (5 + 4) = 11

Operasi Hitung Pengurangan


Untuk operasi hitung pengurangan, taka da sifat atau aturan khusus mengenainya.


Baca Juga : Materi Lengkap Operasi Hitung Bilangan Cacah Kelas 2 SD


Namun untuk membuat perhitungan materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD lebih akurat, ada dua jenis aturan yang harus Anda ketahui, yakni:


  • a – b = a + (-b)
  • a – (-b) = a + b


Jika ingin belajar mengenai perhitungan bilangan bulat, Anda bisa menggunakan contoh berikut ini, yakni:


  • 12 – 20 = 12 + (-20) = -8
  • 1 – (-2) = 1 + 2 = 3


Operasi Hitung Perkalian


Berikutnya adalah materi mengenai perhitungan perkalian. Pada perhitungan ini, ada beberapa sifat yang harus Anda pahami, yakni:

  • Hasil perkalian antara dua bilangan bulat, harus mengikuti ketentuan ini. Jika perkalian bulatnya menggunakan bilangan bulat positif, hasilnya positif.
  • Aturan selanjutnya adalah, jika perkalian antar bilangan bulat negative, maka hasilnya adalah positif.
  • Terakhir, perkalian bilangan bulat antara bilangan positif dan negative, maka hasilnya adalah negative.


Materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD
juga memiliki sifat asosiatif, contohnya adalah: (a x b) x c = a x (b x c).


Perhitungan bilangan bulat perkalian juga memiliki sifat komutatif, contohnya adalah (a x b) x c = a x (b x c).


Ketika melakukan perhitungan bilangan bulat perkalian, ada pula sifat distributive, contohnya adalah a x (b +c) = (a x b)  (x c).


Agar lebih mudah belajar materi mengenai bilangan bulat perkalian, contoh berikut ini bisa Anda pahami lebih lanjut, yakni:


  • (-2) x (-3) = 6
  • (-2) x 3 = -6


Operasi Hitung Pembagian


Terakhir adalah materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD mengenai operasi hitung pembagian. Untuk materi kali ini, ada beberapa ketentuan yang harus dipahami, diantaranya adalah:

  • Pembagian bilangan bulat positif akan menghasilkan bilangan positif.
  • Berbeda dengan pembagian antara bilangan bulat negative, maka akan menghasilkan bilangan yang positif.
  • Pembagian yang ada antara bilangan bulat positif dan negative akan menghasilkan bilangan yang negative.
  • Pembagian antara dua bilangan bulat tak selalu menghasilkan bilangan bulat, kadang akan menghasilkan bilangan decimal.
  • Dalam materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD mengenai operasi perhitungan pembagian, taka da sifat komutatif.
  • Begitu pula dengan sifat asosiatif, sifat ini tak bisa digunakan untuk operasi hitung perkalian.
  • Jika pembagian menggunakan bilangan bulat nol untuk pembaginya, maka hasilnya adalah tak terhingga atau tak terdefinis.


Memahami operasi hitung pembagian akan lebih mudah dengan contoh berikut ini, diantaranya adalah:

  • (-6) : (-2) = 3
  • 6 : 4 = 1,5


Cara Mengurutkan Bilangan Bulat Menggunakan Garis


Materi lain yang juga dipelajari dalam materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD adalah mengurutkan bilangan bulat.


Untuk mengurutkan bilangan, Anda bisa menggunakan garis bilangan.


Cara mengurutkannya tak sulit, langkah pertama adalah membuat garis bilangan. Kemudian bagi garis tersebut menjadi dua bagian, untuk sebelah kiri akan menjadi garis bilangan bulat negative, sedangkan di sebelah kanan adalah bilangan bulat positif.


Semakin ke kiri, maka nilai bilangan akan semakin kecil, sebab akan masuk ke ruang bagian bilangan bulat negative.


Berbeda jika makin ke kanan, nilainya akan makin besar, sebab hitungan nilai bilangan akan semakin besar.

Untuk memudahkan materi lengkap operasi hitung bilangan bulat kelas 6 SD mengenai mengurutkan bilangan bulat ini, Anda bisa menggunakan garis panah.


Gunakan garis panah ke kiri untuk menandai bahwa bilangan makin kecil.


Selanjutnya gunakan garis panah ke kanan untuk memberi tanda bahwa Anda mengurutkan bilangan ke nilai yang lebih besar.


Anda juga bisa menggunakan dua warna yang berbeda untuk memudahkan Anda membedakan dua garis tersebut.


Baca Juga : Materi Lengkap Matematika Kelas 6 SD | Rangkuman Singkat


Materi lengkap operasi bilangan bulat kelas 6 SD semoga bisa membantu Anda, terutama yang masih kurang paham mengenai berbagai materi terkait operasi bilangan bulat.


Anda bisa mendapatkan informasi dan penjelasan lebih lengkap dengan buku pendukung.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama