Materi Lengkap Matematika Kelas 6 SD | Rangkuman Singkat

Materi Lengkap Matematika Kelas 6 SD | Tak sedikit para siswa mengalami kesulitan dalam menghadapi pelajaran satu ini, apalagi seiring bertambahnya semester. Meski begitu, sebagai pelajar harus mampu belajar dan meningkatkan tanggung jawab untuk selalu mempelajari Materi Matematika Kelas 6 SD. 


Jika saat ini kalian sedang ingin mempersiapkan pemahaman matematika kelas 6 sd sebagai strategi agar lebih mudah membuat garis besar dan rencana belajar, maka kalian akan sangat terbantu jika mengetahui apa saja bab-bab matematika yang akan dipelajari di kelas 6 sd.


Hal tersebut tentunya sangat efektif dilakukan jika kita menginginkan nilai yang memuaskan pada mata pelajaran matematika kelas 6 sd. Untuk itu, saya telah merangkum sekilas tentang materi matematika kelas 6 SD semester 1 dan semester 2.

Matematika Kelas 6 SD



Materi Matematika Kelas 6 SD


Sebagai persiapan naik kelas, siswa harus bersiap untuk mempelajari materi sebagai berikut :


1. Menghitung Mean, Median dan Juga Modus


Materi pertama yang akan dihadapi oleh siswa kelas 6 SD adalah menghitung mean, median dan juga modus. Mean merupakan nilai rata-rata yang berasal dari berbagai macam data. Nilai tersebut bisa ditentukan dengan cara membagi jumlah dengan banyaknya data yang didapat.


Kemudian median merupakan nilai tengah yang berasal dari data yang sebelumnya sudah disusun secara berurutan mulai dari terkecil hingga terbesar. Biasanya median ini dilambangkan Me dan sudah menjadi ketetapan matematis.


Sedangkan modus adalah nilai dari data yang paling sering muncul atau bisa diartikan nilai yang memiliki frekuensi cukup besar, misalnya saja 2, 3, 3, 3, 4, 5 jadi modusnya adalah angka 2 karena angka tersebut yang paling sering muncul.


Baca Juga : Materi Matematika Kelas 4 SD | Rangkuman Singkat


2. Menghitung Rumus-Rumus Kubus Dan Juga Balok


Materi kubus dan juga balok ini juga akan dijelaskan dan harus siswa siswi pahami saat menginjak kelas 6 sekolah dasar. Kubus ini merupakan sebuah bangun ruang yang memiliki dimensi tiga yang hampir semua rusuknya mempunyai panjang yang sama.


Sedangkan balok merupakan bangun ruang dimana memiliki 3 buah dimensi yang sisi-sisinya saling berhadapan dan mempunyai ukuran serta bentuk sama panjang. Sifat balok sendiri juga hampir sama dengan kubus, yang membedakannya hanya panjang rusuknya saja.


Adapun sifat-sifat yang dimiliki kubus dan juga balok sebagai berikut :


  • Kubus mempunyai enam sisi berbentuk persegi 
  • Kubus memiliki dua belas rusuk yang sama panjang
  • Kubus mempunyai dua belas diagonal bidang yang memiliki sama panjang serta 4 diagonal ruang 
  • Kubus memiliki enam bidang diagonal yang berbentuk persegi panjang
  • Sedangkan balok memiliki sekitar enam bidang berbentuk persegi panjang
  • Balok juga mempunyai dua belas rusuk yang memiliki sama panjang, delapan titik sudut, dua belas diagonal bidang yang pastinya sama panjang, empat diagonal ruang sama panjang juga dan juga berpotongan pada satu titik
  • Mempunyai enam bidang diagonal dengan bentuk persegi panjang

3. Mengetahui Volume Dan Juga Permukaan Bola


Beda dengan bangun datar sebelumnya yang memiliki luas, untuk bangun ruang seperti bola ini mempunyai luas permukaan dan juga volume. Luas permukaan tersebut merupakan jumlah dari luas keseluruhan permukaan bangun ruang. Sedangkan volumenya ialah kapasitas ruang.


Kapasitas ruang yang bisa ditempati oleh bangun ruang. Bola adalah salah satu bangun ruang yang memiliki sisi melengkung, oleh karena itu bidangnya berbentuk lengkungan di setiap permukaannya. Tak hanya bola saja, akan tetapi tabung serta kerucut memiliki bidang yang sama.


Untuk menentukan luas permukaan bola, Anda bisa menggunakan rumus L = 4 x π x r² sedangkan volume bolanya dapat dihitung dengan rumus Volume bola = V = 4/3 x π x r³. Adapun unsur-unsur yang dimiliki bola seperti jari-jari, diameter, dan juga sisi.


Ada pula sifat-sifat yang dimiliki bola diantaranya :


  • Bola memiliki satu bidang sisi 
  • Bola tidak memiliki sudut dan juga rusuk
  • Bola hanya memiliki satu sisi saja bentuk melengkup tertutup
  • Bola tak berbentuk bidang datar


4. Menghitung Bilangan Bulat Negatif 


Materi selanjutnya yang biasanya akan diajarkan pada siswa kelas 6 sekolah dasar adalah bilangan bulat negatif. Bilangan bulat ini merupakan angka yang di dalamnya terdapat bilangan cacah, asli, prima, komposit, nol, satu, negatif ganjil dan juga genap.


Bilangan bulat ini didapatkan saat Anda menggabungkan bilangan negatifnya dengan bilangan cacah. Biasanya di lambangkan dengan huruf Z lalu diikuti oleh angka Z = ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. 


Bilangan negatif ini merupakan kombinasi dari himpunan bilangan cacah yang ditambahkan dengan bilangan negatif kemudian disebut sebagai bilangan bulat. Bilangan bulat negatif merupakan himpunan angka yang dimulai dari negatif satu kemudian ke bawah dan juga seterusnya.


5. Operasi Hitung Bilangan Pecahan Campuran 


Setelah mempelajari bilangan bulat negatif, para siswa kelas 6 sekolah dasar selanjutnya akan diajarkan bilangan pecahan campuran. Bilangan pecahan sendiri merupakan suatu angka yang terdiri dari pembilang dan juga penyebut. Untuk pembilang ini biasanya posisinya berada di atas.


Sedangkan penyebut berada di bawah, cara menghitungnya seperti angka pembilang nanti akan dibagi dengan angka penyebut. Untuk lebih jelasnya pakailah rumus seperti ini, pembilang = bilangan yang akan dibagi, penyebut = bilangan yang tujuannya membagi.


Untuk lebih mudahnya lagi, simak penjelasan singkatnya berikut ini :


  • Bilangan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan juga pecahan biasa
  • Bilangan pecahan ini dapat didefinisikan seperti bilangan a/b. A termasuk bilangan bulat dan b pun juga sama, akan tetapi tak boleh sama seperti angka 0
  • Dalam menghitung bilangan pecahan campuran ini adalah dengan empat cara antara lain penambahan, pengurangan, pembagian, pengurangan dan juga perkalian
  • Cara menghitung pecahan campuran ini hampir sama saat menghitung pecahan biasa, akan tetapi ada baiknya dalam menghitung pecahan campuran jadikan atau ubahlah dulu ke pecahan biasa agar lebih mudah dihitung


6. Mengetahui FPB Dan Juga KPK Dua Bilangan 


Selanjutnya mereka akan diajarkan juga mengenai materi FPB dan KPK dua bilangan. FPB merupakan sebuah singkatan yang berasal dari faktor persekutuan terbesar, sedangkan KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil.


Biasanya dalam menghitung FPB dan juga KPK ini, para siswa akan diajarkan dengan menggunakan pohon faktor mengingat nama materinya saja merupakan dua bilangan. Untuk menghitungnya, mereka harus membaginya dengan bilangan prima.


Bilangan prima merupakan bilangan yang bisa dibagi dengan satu atau bilangan itu sendiri, contohnya saja 2, 3, 5, 7, 11, 13, 19, 23, dan lain-lain. Jadi, jika ada soal yang menginginkan siswa menghitung FPB KPK dari 60, buat langsung pohon faktornya lalu dibagikan dengan bilangan prima.


7. Mengolah Dan Juga Menyajikan Data


Pengumpulan data disini dimaksudkan dalam artian mengumpulkan informasi yang diperoleh secara langsung dari kejadian nyata atau sebenarnya dan juga dapat berupa angka ataupun lambang. Adapun cara yang bisa dilakukan dalam proses pengumpulan data tersebut.


Caranya adalah melalui angket atau bisa disebut menggunakan kuesioner bahkan dapat dilakukan wawancara bila perlu. Namun, pada materi anak sekolah dasar kelas 6, mereka hanya akan menjawab soal yang di dalamnya tertera banyak sekali angka kemudian akan diurutkan.


Biasanya mereka disuruh untuk menjawab soal penyajian data seperti itu untuk mengurutkan angka terbesar hingga terkecil atau bahkan ada pula pertanyaan yang menampilkan bentuk diagram batang dan menjawabnya pun berkaitan dengan sumbu X dan juga Y.


Demikianlah paparan dari materi matematika kelas 6 SD yang perlu dipelajari sungguh-sungguh. Ketahuilah bahwa tak ada yang sulit jika terus mencoba.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama