5 Dampak positif dan Negatif Belajar Online

.

Nah, pada artikel ini, saya akan membandingkan dampak positif dan negatif belajar online, apa saja itu?

5 dampak positif belajar online

1. Mudah mendapatkan materi pembelajaran

Saat ini, pengetahuan bisa dengan mudah kita dapatkan dari berbagai sumber. Salah satu sumber pengetahuan masa kini yang terkenal adalah sebuah mesin telusur google.

Setiap hari, selalu bertambah artikel-artikel yang diterbitkan dan diakses melalui google. Itu artinya artikel yang muncul di laman google setiap harinya akan semakin baik.

Untuk mengakses google pun gratis, syaratnya cukup memiliki perangkat elektronik seperti smartphone, komputer, maupun laptop yang terkoneksi dengan internet.

Berbagai website pendidikan pun sudah mulai banyak dan gratis untuk diakses. Bahkan, beberapa platform media belajar online berbayar, kini mulai menggratiskan layanannya untuk periode tertentu sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan Indonesia.

Namun, beberapa media belajar online biasanya terbatas hingga jenjang SMA sederajat, untuk mahasiswa yang belum terbiasa dengan sistem pembelajaran online pun sedikit kebingungan mencari referensi.

Biasanya yang paling butuh referensi dan jurnal-jurnal penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir. Tapi, tenang saja, karena saya telah merekomendasikan 15 website penyedia jurnal gratis terbaik. Bagi yang sedang kebingunan mencari website penyedia jurnal penelitian maupun karya tulis, kalian bisa membaca ulasan saya tersebut.

Intinya, belajar online memudahkan kita mendapatkan referensi pengetahuan. Tidak hanya terbatas pada buku saja, namun bisa juga bersumber dari google, youtube, platform berbayar, dan sebagainya.

2. Mempermudah pemerataan pendidikan

Belajar online juga bisa mempermudah pemerataan pendidikan, mengapa?

Karena dengan belajar online kita bisa mendapatkan materi pembelajaran yang relatif sama.

Belakangan ini kita bisa melihat langkah pemerintah dengan mengupayakan kesamaan pemberian materi pembelajaran dan tugas pada siswa di Indonesia.

Kini para siswa bisa melihat siaran TVRI pada jam-jam tertentu tergantung jenjang pendidikan masing-masing untuk melihat tayangan pendidikan.

Tayangan tersebut juga disertai tugas yang harus dikerjakan oleh para pelajar.

Hal tersebut sedikit banyak membuat materi yang diterima oleh pelajar relatif sama. Tidak terlalu terjadi ketimpangan, jika seluruh siswa bisa mendapatkan akses dengan mudah.

baca juga : mending jurusan IPA atau IPS ketika SMA?

3. Bebas belajar di mana saja

Jika kegiatan belajar konvensional adalah kegiatan belajar di dalam sebuah ruangan yang berisi meja, kuris, dan papan tulis, maka lain halnya dengan belajar online.

Saat belajar online, kita bisa memilih dimana tempat ternyaman yang bisa kita pakai, entah itu di kamar, ruang belajar, ruang tamu, dan lain-lain.

Namun, terkadang belajar online mewajibkan kita untuk tatap muka dengan guru maupun dosen. Hal tersebut tentu menyebabkan kita tidak boleh sembarangan mengambil tempat belajar. Harus tetap terlihat profesional namun boleh sedikit santai, asalkan tetap sopan.

4. Bisa mengulang materi berkali-kali

Dampak positif belajar online selanjutnya adalah kita bisa mengulang materi berkali-kali. Contohnya adalah kita belajar melalui youtube.

Ketika menonton penjelasan dari video tersebut 1 kali mungkin ada beberapa hal yang belum kita pahami. Namun, kita senantiasa bisa memutar kembali video tersebut hingga paham atau mungkin mencari video lain yang penjelasannya lebih mudah untuk dimengerti.

Hal tersebut belum tentu bisa kita dapatkan jika belajar secara konvensional. Karena sepertinya cukup aneh jika kita meminta guru/dosen mengulang kembali materi pembelajaran dari awal.

Tentu dosen/guru akan mengalami kelelahan, dan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengajar materi selanjutnya pun menjadi berkurang. Juga, pembelajaran di kelas terbatas pada waktu sesuai jadwal.

5. Tidak terbatas waktu

Ada kalanya kita baru menemukan perasaan ingin memperdalam materi pada waktu-waktu tertentu. Tak jarang waktu tersebut adalah di malam hari.

Belajar saat di kelas tentunya dilakukan pada siang hari, tapi bagaimana jika kita lagi pengen banget belajar tapi pas malam hari?

Tidak mungkin saat jam 12 malam tiba-tiba kita menelepon guru/dosen untuk meminta dijelaskan sebuah materi yang kita belum paham.

Hal tersebut bisa kita atasi dengan belajar di media online. Kita bisa akses pembelajaran online dengan lebih fleksibel, artinya tidak dibatasi oleh waktu.

Meskipun kita membuka google dan youtube jam 3 pagi pun kita masih bisa mengaksesnya. Siapa yang direpotkan? apakah penyedia materi? tentu tidak. Karena materi/video pembelajaran di internet dibuat sekali namun bisa diakses berkali-kali.

5 Dampak negatif belajar online

1. Susah fokus

Belajar melalui media online adalah sesuatu yang membutuhkan fokus dan melawan godaan. Kita seringkali kesulitas untuk fokus ketika memperdalam materi pembelajaran pada media online.

Hal tersebut karena media online tidak hanya menyediakan materi pembelajaran. Di dunia online juga ada sosial media, game, musik, dan sebagainya.

Hal-hal tersebut seringkali membuat fokus kita terpecah. Awalnya mungkin kita membuka sosmed untuk mengalihkan kebosanan. Tetapi lama kelamaan justru kita lalai terhadap tugas yang telah diberikan oleh guru/dosen.

Bukannya fokus memperdalam materi, kita justru terpedaya dengan godaan tadi seperti menghabiskan waktu hanya untuk bermain game, scroll sosmed, maupun mendengarkan musik.

Dalam belajar online kita harus pandai mengatur waktu dan fokus karena itu adalah yang utama untuk mencapai target yang kita inginkan.

2. Kecurangan

Curang dalam hal ini memang tidak selalu terjadi. Namun, seringkali kita jumpai bahwa saat ujian online yang diadakan oleh guru/dosen para siswa justru melakukan kecurangan.

Contohnya adalah melakukan komunikasi lewat wa saat ujian, bertukar jawaban, saling bertanya, dan sebagainya. Tak jarang juga para orang tua ikut mengerjakan tugas anaknya yang diberikan oleh guru.

3. Butuh kuota internet

Seperti yang sudah saya katakan tadi bahwa belajar online artinya kegiatan belajar yang membutuhkan kuota internet. Kuota yang dihabiskan untuk media belajar online berjenis video, membutuhkan kuota yang tidak sedikit.

Para pelajar dan mahasiswa pun mulai mengeluhkan perihal keperluan kuota internet ini. Semakin banyak kuota yang dihabiskan maka semakin banyak pula uang yang harus dibayarkan untuk membeli kuota internet.

4. Di desa masih susah sinyal

Permasalahan internet untuk belajar online mungkin tidak terlalu terasa jika kita hidup di perkotaan. Di daerah yang mudah akses internetnya.

Tetapi bagaimana jika kita tinggal di desa yang sinyalnya kadang muncul kadang enggak? Apalagi habis hujan?

Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak daerah pelosok Indonesia yang koneksi internet di daerah tersebut bisa dibilang lemot.

Akibatnya, pelajar di daerah yang susah sinya tersebut jadi kesusahan untuk bisa mengakses pembelajaran. Hal itu mungkin masih bisa diatasi dengan membeli paket internet yang harganya lebih mahal.

Tapi, itu artinya semakin banyak uang yang harus dikeluarkan, padahal saat ini mayoritas pemasukan sedang menurun akibat pembatasan sosial.

5. Butuh smartphone/laptop

Untuk bisa mengakses internet, kita memerlukan perangkat yang bisa menghubungkan kita dengan internet. Perangkat tersebut bisa smartphone maupun laptop.

Yang menjadi kendala adalah apakah semua siswa di Indonesia sudah memiliki smartphone/laptop? Tentu belum semuanya.

Lalu, bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki smartphone/laptop? apakah itu artinya mereka tidak bisa mendapatkan akses pendidikan?

Semoga saja seluruh pelajar di Indonesia bisa memiliki smartphone/laptop yang dapat digunakan untuk mengakses pendidikan secara online. Entah dari bantuan pemerintah untuk pelajar yang kurang mampu atau dari sumbangan masyarakat, semoga saja setiap pelajar di Indonesia bisa mengakses pendidikan dengan mudah.

baca juga : Tips masuk SMA Negeri Favorit

Ini adalah dampak negatif dari belajar online. Sepertinya kita memang belum sepenuhnya siap untuk melaksanakan kegiatan belajar online secara penuh. Masih perlu perbaikan dan kerja sama di berbagai lini yang harus kita upayakan.

Tetapi belajar online ini memang bukan keputusan yang terencara jauh-jauh hari dengan matang melainkan disebabkan oleh bencana global seperti yang kita ketahui. Kita hanya bisa mengupayakan yang terbaik.

Mari kita bersama-sama peduli dengan sesama, bergotong royong. Saling bahu membahu.

Demikian ulasan saya mengenai dampak negatif dan positif belajar online. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa mengakses pendidikan dengan lebih maksimal. Terima kasih.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama