Inilah Perbedaan Universitas dan Politeknik yang harus diketahui

.
Pendidikan harus diperhatikan setiap orang bila ingin membuat negeri ini lebih maju. Di Indonesia sendiri, Wajib Belajar 12 tahun dari SD hingga SMA sudah digalakkan. Setelah itu, bisa memilih untuk kuliah atau bekerja. Bagi Anda yang akan lanjut study, harus tahu perbedaan Universitas dan Politeknik sebelum memilih diantara keduanya.



Perbedaan Universitas dan Politeknik dari Berbagai Sisi

Bagi kebanyakan pelajar di Indonesia, menentukan ke mana jenjang pendidikan lanjutan yang akan di tempuh adalah pilihan yang sangat krusial. Pilihan tersebut sedikit banyak akan menentukan bagaimana masa depan yang akan mereka dapatkan. Meskipun masa depan tidak hanya di tentukan oleh bangku perkuliahan, namun memilih jenis pendidikan perkuliahan yang tepat adalah pertimbangan yang tepat.



Di Indonesia sendiri, ada bermacam sistem pendidikan lanjutan yang bisa Anda pilih. Bahkan, semuanya memiliki prospek bagus sesuai dengan minat serta bakat masing-masing. Salah satunya seperti universitas dan politeknik.  Kali ini kita akan membahas apa saja perbedaan universitas dan politeknik, mana yang terbaik?

Perbedaan Universitas dan Politeknik

1. Pembelajaran

Anda pasti sudah menyadari akan minat dan bakat yang dimiliki sejak peralihan masa SMP. Sehingga ketika jenjang selanjutnya datang, biasanya para murid memilih SMA karena ingin lebih mendalami akademis, atau SMK dipilih sebab senang belajar langsung lewat Praktek.

Hal tersebut juga ada pada Universitas. Bila Anda memilih untuk lanjut belajar ke jenjang tersebut, maka pelajaran yang akan didapat fokus pada akademis. Sehingga, kebanyakan mahasiswa atau mahasiswinya lebih unggul dalam bidang teori.

Sementara Politeknik memiliki bentuk pendidikan layaknya SMK. Fakultas serta jurusan disana lebih menjurus ke ranah praktek atau vokasi. Keunggulannya bisa menjadi ahli di bidang tersebut. Tentu, dibarengi pula dengan belajar sungguh-sungguh.

2. Jurusan

Sementara itu bila Anda melihatnya dari jurusan, kedua sistem pendidikan nasional di Indonesia ini juga memiliki perbedaan. Meskipun hal tersebut dilihat dari sisi mayoritasnya. Tapi, semua juga tergantung minat dan bakat masing-masing.

Jurusan di Universitas terlihat lebih beragam. Tidak hanya dari sisi yang mengusung akademik saja, namun teknik pun juga ada meskipun jumlahnya tidak sebanyak Politeknik. Contohnya, jurusan Kedokteran Umum, Sastra Inggris, Bisnis dan Manajemen, Keagamaan dan lainnya.

Sementara Politeknik, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mereka lebih fokus pada pendidikan vokasi. Hal tersebut berpengaruh juga pada jurusan di dalamnya, seperti Teknik Mesin, Teknik Elektro, Administrasi Niaga, Akuntansi, Informatika dan Komputer serta lainnya.

3. Jalur Masuk

Sejak kelas XII SMA atau SMK biasanya para guru sudah membekali siswanya tentang beberapaa pengetahuan mengenai jalur masuk ke pendidikan lanjutan. Beberapa sistem memang memiliki perbedaan, layaknya Universitas dan Politeknik berikut ini.

Bagi Anda yang sudah berada di Universitas, pasti sudah tidak asing lagi kalau mereka memiliki sistem terkenal untuk jalur masuknya dan dibagi dalam tiga jenis. Yakni SNMPTN (nilai raport dan UNAS, Sertifikat, Piagam, dan lainnya), SBMPTN (tes tulis atau komputer) dan Mandiri.

Sementara itu, Politeknik juga membagi jalur masuknya menjadi tiga bagian juga yang sistemnya hampir sama dengan Universitas. Ketiganya adalah PMDK-PN (minat-bakat dan kemampuan), SB-UMPN (tes tulis atau ujian bersama) serta Mandiri.


4.  SKS

Banyak mahasiswa yang juga mementingkan segi SKS (Satuan Kredit Semester) di sebuah sistem pendidikan agar bisa diatur dan lulus sesuai target mereka. Akan lebih cepat atau malah memperlambat sejenak. Perbedaan Universitas dan Politeknik soal ini cukup kentara.

Para mahasiswa yang telah berkuliah di Universitas pasti sudah paham bagaimana kampus mengaturnya. Kebanyakan dari mereka bebas menentukan SKS pada semester tersebut, asalkan memenuhi kriteria maksimal ketika lulus. Jadi, saat wisuda sudah tercapai semuanya.

Sementara bagi mahasiswa Politeknik, rasanya hal tersebut agak sulit mengingat disana tidak diterapkan pengambilan SKS semaunya asal tetap memenuhi syarat ketika kelulusan tiba. Sistem pendidikan tersebut telah menentukan kredit maksimal di tiap semesternya.

5. Materi Kuliah

Selain beragam fakultas yang diminatinya, baik Universitas dan Politeknik juga punya beberapa mata kuliah. Untuk jenis-jenisnya sendiri, jelas berbeda. Apalagi kalau dibandingkan di tiap jurusannya, pasti berlainan. Di sini, akan dibahas ke arah prosentasenya.

Kalau Anda memilih bersekolah di Universitas, maka akan didapat perbanding 60% teori karena hampir seluruhnya dilakukan dalam kelas, diskusi, serta lainnya (kecuali Olahraga atau jurusan berbasis outdoor). Sementara prakteknya, mungkin sekitar 40% saja.

Sementara itu, bila Anda memilih berkuliah di Politeknik, bisa berbanding terbalik. Kesempatan untuk mempelajari teori hanya 40% (kecuali Akuntansi, Administrasi, atau jurusan berbasis indoor). Sementara prakteknya lebih banyak lagi, yaitu 60%.

6. Gelar

Ini, lebih penting lagi. Realistisnya, banyak orang berkuliah karena ingin mendapatkan pendalaman ilmu serta gelar yang disandang. Karena kelebihannya pun banyak, terutama untuk pekerjaan. Baik sedang mencari ataupun sudah mendapatkannya dan ingin kenaikan pangkat.

Bila Anda memilih untuk berkuliah di Universitas, maka bisa kuliah selama 3,5 atau 4 tahun. Setelahnya, akan didapat ijazah dengan nama mahasiswa serta gelarnya. Di sini, semuanya bergelar Sarjana (S1), Magister (S2) serta Doktor (S3).

Sementara itu, bila Anda memutuskan untuk kuliah di Politeknik, maka Anda harus berkuliah maksimal 3 tahun kalau ingin mendapat gelat A.md (Ahli Madya) atau D3. Serta, bagi D4 harus menempuh sedikit lebih lama, serta didapat title S.ST (Sarjana Sains Terapan).

7. Prospek Kerja

Jenjang karir memang tidak bisa semata-mata ditentukan dari gelar ataupun berapa tahun Anda menempuh pendidikan. Namun, semuanya tentu mempengaruhi prospek kerja meskipun kemungkinannya pada setiap orang berbeda-beda.

Lulusan Universitas, berangkat dengan gelas Sarjana, Magister, maupun Doktoral yang mereka sandang di belakang nama. Orang-orang tersebut bisa berkarir ke dunia kerja akademis, seperti Guru, Dosen, Dokter, Sejarawan, Jurnalis, dan masih banyak lagi.

Sementara lulusan Politeknik yang juga membawa gelar A.md dan S.ST di belakang nama mereka sebenarnya memiliki prospek kerja tidak jauh berbeda dari keluaran Universitas. Hanya saja lebih ke bidang keahlian masing-masing, seperti pegawai salah satu BUMN, dan lainnya.

Jadi, Lebih Baik Universitas atau Politeknik?

Sebenarnya, mau memilih Universitas atau Politeknik tergantung juga dari bagaimana Anda menyiapkan diri sebelumnya. Sesuaikan pilihan tersebut dengan minat atau bakat masing-masing agar tidak terjadi kasus “salah jurusan”, “wrong university detected” atau lainnya.


Hal-hal tersebut banyak digaungkan para remaja sekarang karena kebanyakan dari mereka memilih kuliah bukan ingin menimba ilmu dan memperkayanya agar mendapat pekerjaan yang diinginkan. Tetapi, semata hanya karena tekanan lingkungan, dan semacamnya.

Mungkin terdengar sedikit kasik bila membahas masalah tersebut, karena baik lulusan Universitas dan Politeknik sama-sama dibutuhkan para pencari kerja jaman sekarang asalkan mereka punya hard skill dan soft skill mumpuni.

Itu tadi sedikit perbedaan Universitas dan Politeknik di negeri ini. Bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan, tidak perlu bingung mau memilih dimana karena keduanya sama-sama bagus asalkan sesuai dengan minat bakatnya masing-masing dan selalu bersungguh-sunggu dalam belajar.

Update : 09 April 2020

Penulis : setya
Editor : adifani

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama